cara menghitung kalori

Untuk mendapatkan Herbalife murah, produk 100% Original. Hubungi Contact : BB 2B263A45 - Hp 0813 2011 20 28

cara menghitung kalori

 

Memerhatikan asupan kalori dalam makanan yang kita konsumsi memudahkan mengontrol berat badan. Caranya mudah, asal tahu celahnya.

Kalori sering dijadikan kambing hitam jika berat badan naik. Padahal sebenarnya kalori adalah satuan untuk menghitung energi pada makanan. Ukuran ini akan sangat membantu mencari tahu kebutuhan tubuh agar mampu melakukan aktivitas setiap hari. Jadi, menghitung kalori sebenarnya bisa digunakan untuk membantu diet yang Anda lakukan.

Untuk mendapatkan Herbalife murah, produk 100% Original. Hubungi Contact : BB 2B263A45 - Hp 0813 2011 20 28

Nah, ternyata Anda bisa menghitungnya sendiri! Dari situs webmd disebutkan bahwa menurut ilmuwan Wilbur Atwater, kita bisa mengetahui berapa banyak energi yang dilepaskan juga berapa banyak energi yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi. Artinya, sangat mungkin untuk memperhitungkan berapa banyak kalori yang dikonsumsi ketika memakan jenis makanan tertentu, dan berapa yang “terbakar“ saat beraktivitas. Baiknya gunakan metode ini dengan prinsip bahwa setiap asupan kalori terpakai semaksimal mungkin demi badan yang sehat.

Menghitung Kalori

Untuk menghitung kalori, Anda harus melakukannya dalam beberapa langkah.

1 Menghitung Berat Badan Ideal (BBI)

BBI = 90% x (Tinggi Badan-100)

Misalnya, jika tinggi badan (TB) adalah 160 cm, maka BBI-nya adalah 54 kg. Dengan penghitungan sebagai berikut: 90 % x (160 cm -100) = 54 kg. Dengan catatan, rumus ini tidak berlaku bagi pria bertinggi badannya kurang dari 160 cm dan wanita kurang dari 150 cm.

2 Mengitung KKB

Dr Inge Permadhi, MS, SpGK,.  menuturkan kebutuhan kalori pada pria dan wanita berbeda. “Perbedaannya terdapat pada perhitungannya. Kalau pada wanita 25 kilokalori (kkal) dikalikan BBI, sedang pada pria dikalikan 30 kkal. Hasil perkalian itulah yang kemudian disebut dengan Kebutuhan Kalori Basal (KKB),” ujar Inge yang bekerja di Departemen ilmu Gizi FKUI, Salemba.

Pembedaan ini, menurut Inge, dikarenakan perbedaan postur tubuh antara pria dan wanita. Sementara KKB sendiri adalah kebutuhan kalori yang dibutuhkan untuk hidup tanpa melakukan aktivitas, seperti membuka mata saat baru bangun tidur, mengangkat tangan, menarik napas, dan sebagainya.

3 Menghitung Kebutuhan Kalori Total

KK Total = KKB + aktivitas fisik – berbagai faktor koreksi (usia, misalnya)

Untuk mempermudah perhitungan aktivitas fisik, perhatikan tabel berikut ini:

Berikut ini beberapa aktivitas fisik yang terbagi dalam beberapa kategori:

- Ringan: Menyetir mobil (10%), mengajar (20%), berjalan (20%), kerja kantoran (10%), memancing (20%), dan membaca (10%).

- Sedang: Kerja rumah tangga (20%), bersepeda (30%), bowling (20%), berjalan cepat (30%), dan berkebun (30%).

- Berat: (40%), bersepeda mendaki (40%), panjat tebing (50%), dansa (40%), jogging  (40%), dan atletik (50%).

Setelah tiga langkah ini, Anda bisa menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan. Berikut contohnya:

Sangat di sarankan untuk coba mengkonsumsi Nutrisi Herbalife yang dibuat khusus secara alami Membantu Program Diet Anda

bb

PAKET A :

Paket cara menguruskan badan dengan cepat yang dianjurkan bagi anda yang ingin diet menurunkan berat badan min 3-4 kg dalam kurun waktu 1 bulan. Yang terdiri dari :

Untuk mendapatkan Herbalife murah, produk 100% Original. Hubungi Contact : BB 2B263A45 - Hp 0813 2011 20 28

Contoh I

Wanita dengan berat badan 50 kg, usia 59 tahun, dengan aktivitas mengajar. Jadi, untuk menghitung kalori yang ia butuhkan maka: 50 kg x 25 kkal = 1250 KKB + 20 % – 5% = 1437,5. Jumlah inilah yang menjadi Kebutuhan Kalori Total (KK Total) yang dibutuhkan untuk hidup.

Contoh II

Wanita dengan TB 165 cm, BB 75 kg, usia 35 tahun, total kalori yang masuk setiap hari adalah 2075, maka wanita ini dikatakan obesitas. Untuk menurunkan berat badannya, ia harus mengubah asupan kalorinya per hari menjadi 1500 kkal.

4 Menu Harian

Berikut contoh menu yang­­ ­diberikan pada contoh kasus II:

- Pagi (300 kkal) = 6 sdm nasi (175 kkal), 1 porsi protein nabati­ bisa tahu atau tempe (80 kkal), ½ mangkuk sayur (30 kkal), ½ porsi buah 100 gr (20 kkal).

- Camilan pagi (150 kkal): 1 low fat yoghurt  (107 kkal), 1 porsi buah 100 gr (40 kkal).

- Siang (450 kkal): 6 sdm nasi (175 kkal), 2 porsi protein hewani rendah lemak 100 gr (180 kkal), 1 porsi sayur (40 kkal), ½ sdm minyak olive (40 kkal).

- Camilan siang (150 kkal): 1 ½ porsi protein nabati (120 kkal), 1 porsi buah (40 kkal).

- Malam (300 kkal): 3 sdm nasi (90 kkal), 2 porsi protein hewani rendah lemak 100 gr (180 kkal), 1 porsi sayur (40 kkal).

- Camilan malam (150 kkal): low fat milk  (150 kkal).

Yang Perlu Diperhatikan

Ketika menjalani diet dengan menghitung kalori, sebaiknya menu protein nabati dan protein hewani dimasak dalam proses rendah lemak. Misalnya tempe bacem atau tahu rebus. Jika diolah dengan cara digoreng, takaran kalorinya akan bertambah tinggi karena kandungan lemak dalam minyak.

Jangan lupa pilihlah snack  sehat dan jauhi snack  yang sekadar mengenyangkan. Jika ingin mengganti buah dengan jus, ingat kebutuhan Anda. Kalau yang dibutuhkan serat, makanlah buah asli. Bagi yang menjalankan puasa, ada baiknya minum jus, karena tubuh sangat membutuhkan serapan gula dengan cepat.

Bagaimana jika sudah mengatur pola makan dengan tepat, tapi berat badan masih juga berlebihan? Bisa jadi aktivitas hariannya minim. “Kalau kalorinya sudah tepat, tapi dia tidak beraktivitas, pasti ada sisa energi. Sisa energi itulah yang kemudian akan tersimpan dalam bentuk lemak. Oleh karena itu, makan sesuai kebutuhan tubuh itu sangatlah penting.

 

cara menghitung kalori

 

Kadang kita bertanya berapa sih kebutuhan kalori kita perhari? selanjutnya makanan yang saya makan berapa kalorinya ya?

Ukuran kebutuhan kalori bermacam-macam tergantung berat badan, aktivitas, dan kondisi tubuh. Anda melihat teman anda makannya banyak dari anda tetapi badannya lebih “good look’ dari anda. Anda gak perlu cepat-cepat berpikiran negatif. hitung dulu kebutuhan kalori anda dan teman anda baru anda membandingkannya.

Namun ada acuan sederhana yang bisa kita jadikan patokan seberapa banyak asupan kalori yang kita butuhkan.

Yang pertmana kita lakukan penghitungan Berat Badan Relatif (BBR), dengan cara :

 

BBR = berat badan/tinggi badan-100 X 100%

 

Setelah itu kita lihat kita masuk kategori mana?

  • Kurus, BBR <90% –kebutuhan kalori =BB x 40-60 kal/hari
  • Normal, BBR 90 – 100% –kebutuhan kalori =BB x 30kal/hari
  • Gemuk, BBR >100% –kebutuhan kalori =BB x 20 kal/hari

setelah itu mulai perhitungan kalori

Contoh :

Berat badan 65 Kg

Tinggi 170

BBR = [65/(170-100)] x 100%

= 92,85% (termasuk kategori normal)

Jadi kebutuhan kalori/hari ± 65×30 = 1950 kkal/hari

perbandingan idealnya adalah 55% karbohidrat, 25% protein, 20% lemak.

Prinsip menghitung kalori adalah 1 gram karbohidrat = 4 kal, 1 gram protein = 4 kal, dan 1 gram lemak = 9 kal. Ada perhitungan kebutuhan kalori per hari secara cepat, yang kurang lebih hasilnya sama dengan perhitungan diatas.

 

 

 

 

Untuk mendapatkan Herbalife murah, produk 100% Original. Hubungi Contact : BB 2B263A45 - Hp 0813 2011 20 28

Incoming search terms:

cara menghitung kaloricara menghitung kalori dalam makanancara menghitung kalori makananmenghitung kalori makanancara menghitung kalori pada makanancara menghitung kalori yang terbakarcara menghitung kalori nasicara menghitung kalori makanan yang dimakanasupan kalori per harikalori yang dibutuhkan manusia per haricara menghitung jumlah kalori makanan dan minumancara menghitung kalori harian orang dewasacontoh menu makanan sehat dan menghitung jumlah kalorinyacontoh perhitungan calori tubuhCara menghitung porsi kebutuhan sesuai kaloricara menilai makanan yang kita konsumsicara menghitung porsi makan yg tepaycara mengurangi berat badan dengan menghiyung kaloricontoh cara meghitung net protein ulilizationcaramenghitungkalori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>